Di tengah tekanan tersebut, Indo Premier melihat prospek laba emiten justru belum sepenuhnya tercermin dalam harga saham.
Mereka memperkirakan perusahaan dalam cakupan riset dan indeks LQ45 mampu mencatat pertumbuhan laba sekitar 10-16 persen pada 2026, berbalik dari kontraksi 2 persen pada 2025.
Pertumbuhan ini dinilai lebih tinggi dibandingkan proyeksi konsensus untuk China, India, Malaysia, dan Thailand yang berada di kisaran 7-9 persen.
Selain itu, kinerja kuartal I-2026 berpotensi melampaui ekspektasi pasar, terutama pada sektor perbankan, komoditas, termasuk logam dan batu bara, serta konsumer.
Lebih lanjut, saham unggulan yang direkomendasikan Indo Premier meliputi sektor perbankan seperti PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS), dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN).