Selain itu, potensi penurunan suku bunga Bank Indonesia alias BI Rate menuju kisaran 4,00 persen berpeluang menekan bunga kredit pemilikan rumah (KPR), sementara stabilitas kredit properti tetap terjaga meski pertumbuhan pendapatan masyarakat melambat.
Sementara itu, sektor kesehatan diproyeksikan menjadi sektor defensif sekaligus bertumbuh pada 2026. Peningkatan belanja kesehatan pemerintah, seiring menguatnya tren layanan preventif, menjadi penopang utama.
Pemerintah mengalokasikan anggaran untuk revitalisasi 32 rumah sakit serta menggulirkan program nasional cek kesehatan gratis.
Di sisi korporasi, adopsi teknologi medis dan layanan kesehatan modern terus meningkat, dengan emiten rumah sakit seperti MIKA dinilai menarik berkat net profit margin (NPM) di atas 25 persen dan efisiensi operasional yang solid.
Untuk sektor teknologi, BRI Danareksa melihat 2026 sebagai fase akselerasi investasi infrastruktur digital.