Fokus hilirisasi mineral dan penguatan rantai pasok kendaraan listrik (EV) juga dinilai mampu menciptakan nilai tambah domestik.
Kemudian, sektor minyak dan gas (migas) menghadapi tantangan penurunan alami (natural decline) produksi lapangan tua, namun tetap memiliki peluang melalui upaya pemulihan produksi.
Gas bumi dipandang sebagai energi transisi utama. Pemerintah memberikan dukungan lewat skema Gross Split yang lebih fleksibel, insentif dan pembebasan pajak eksplorasi, serta capaian lifting migas yang melampaui target APBN, untuk pertama kalinya dalam sekitar sembilan tahun.
Stabilitas rata-rata minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) di kisaran USD70 per barel turut menopang profitabilitas emiten seperti MEDC dan ELSA.
Terakhir, sektor perkapalan diperkirakan memasuki fase pemulihan siklikal seiring meningkatnya aktivitas logistik, energi, dan offshore.