Selain green hydrogen, PGE juga membidik peluang dari berkembangnya industri pusat data (data center). Ahmad Yani menjelaskan, perseroan tidak akan masuk sebagai operator data center, melainkan memasok pasokan listrik hijau berbasis panas bumi yang dibutuhkan industri tersebut.
"Kami bukan berbisnis di data center, tetapi menjadi penyedia energi hijau untuk mendukung operasional green data center. Ini menjadi salah satu peluang yang sedang kami kembangkan," katanya.
Tak hanya itu, PGE membuka peluang bisnis lain seperti mineral extraction dari fluida panas bumi dan pengembangan kawasan geowisata (geotourism). Perseroan menilai optimalisasi pemanfaatan sumber daya panas bumi dapat menghasilkan nilai ekonomi yang lebih besar dibanding hanya menjual listrik.
Menurut Ahmad Yani, berbagai inisiatif tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang PGE untuk membangun bisnis panas bumi yang lebih berkelanjutan dan tidak hanya bergantung pada penjualan listrik.
"Bisnis konvensional geothermal nantinya akan didukung oleh berbagai bisnis turunan yang secara langsung menopang bisnis utama kami. Dengan begitu, panas bumi tidak hanya menjadi sumber energi bersih, tetapi juga menjadi sumber pertumbuhan baru bagi perusahaan," katanya.