sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Pipeline IPO BEI Tercatat 9 Perusahaan hingga 30 Oktober 2026

Market news editor Anggie Ariesta
31/10/2026 11:10 WIB
BEI mencatat terdapat sembilan perusahaan dalam antrean (pipeline) penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) hingga 30 Oktober 2026.
Pipeline IPO BEI Tercatat 9 Perusahaan hingga 30 Oktober 2026 (Foto; Ilustrasi)
Pipeline IPO BEI Tercatat 9 Perusahaan hingga 30 Oktober 2026 (Foto; Ilustrasi)

IDXChannel – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat terdapat sembilan perusahaan dalam antrean (pipeline) penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) hingga 30 Oktober 2026.

Berdasarkan data BEI, jumlah tersebut tercatat sembilan perusahaan. Angka ini perlu dicermati berdasarkan periode pembanding yang digunakan, mengingat data sebelumnya dalam naskah menyebutkan tujuh perusahaan dua bulan lalu.

“Hingga saat ini, terdapat 9 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI,” tulis dokumen resmi pipeline BEI, dikutip Sabtu (31/10/2026).

Berdasarkan klasifikasi aset, lima perusahaan calon emiten memiliki aset skala menengah, yakni Rp50 miliar hingga Rp250 miliar. Sementara itu, tiga perusahaan memiliki aset skala besar di atas Rp250 miliar dan satu perusahaan memiliki aset skala kecil di bawah Rp50 miliar.

Dari sisi sektor, pipeline IPO didominasi perusahaan layanan kesehatan dengan empat calon emiten. Selain itu, terdapat dua perusahaan dari sektor energi dan dua perusahaan dari sektor finansial.

Secara kumulatif, hingga 30 Oktober 2026, sebanyak tujuh perusahaan telah mencatatkan saham di BEI dengan total dana yang dihimpun mencapai Rp2,16 triliun.

Di pasar surat utang, BEI mencatat sebanyak 156 emisi Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS) dari 67 penerbit telah diterbitkan hingga 30 Oktober 2026. Total dana yang dihimpun dari penerbitan tersebut mencapai Rp157,73 triliun. Selain itu, masih terdapat 27 emisi EBUS dari 17 entitas penerbit yang berada dalam pipeline penerbitan.

Sementara itu, dalam aksi korporasi penambahan modal melalui hak memesan efek terlebih dahulu (rights issue), sebanyak 17 perusahaan telah merampungkan aksi tersebut hingga 30 Oktober 2026. Total dana yang dihimpun mencapai Rp37,75 triliun.

BEI juga mencatat masih terdapat satu perusahaan dari sektor properti dalam antrean pelaksanaan rights issue.

(Shifa Nurhaliza Putri)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement