AALI
9675
ABBA
290
ABDA
6325
ABMM
1385
ACES
1345
ACST
190
ACST-R
0
ADES
3570
ADHI
825
ADMF
7550
ADMG
193
ADRO
2220
AGAR
362
AGII
1445
AGRO
1445
AGRO-R
0
AGRS
172
AHAP
70
AIMS
398
AIMS-W
0
AISA
174
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1120
AKRA
810
AKSI
690
ALDO
1350
ALKA
334
ALMI
290
ALTO
248
Market Watch
Last updated : 2022/01/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
505.56
-0.34%
-1.74
IHSG
6614.06
-0.47%
-30.99
LQ45
944.82
-0.34%
-3.20
HSI
24112.78
-0.44%
-105.25
N225
28257.25
-0.27%
-76.27
NYSE
17219.06
-0.23%
-39.94
Kurs
HKD/IDR 1,837
USD/IDR 14,330
Emas
836,902 / gram

Pizza Hut (PZZA) Raih Penjualan Bersih Rp2,5 Triliun di Kuartal III-2021

MARKET NEWS
Dinar Fitra Maghiszha
Rabu, 01 Desember 2021 19:20 WIB
PT Sari Melati Kencana Tbk (PZZA) emiten pemegang hak waralaba Pizza Hut Indonesia berhasil meraup penjualan bersih sebesar Rp2,50 triliun.
Pizza Hut (PZZA) Raih Penjualan Bersih Rp2,5 Triliun di Kuartal III-2021 (FOTO: MNC Media)
Pizza Hut (PZZA) Raih Penjualan Bersih Rp2,5 Triliun di Kuartal III-2021 (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - PT Sari Melati Kencana Tbk (PZZA) emiten pemegang hak waralaba Pizza Hut Indonesia berhasil meraup penjualan bersih sebesar Rp2,50 triliun, lebih rendah -6,09 persen dibandingkan periode sama tahun 2020 sejumlah Rp2,66 triliun.

Secara rinci, penjualan bersih kepada pihak ketiga mencakup penjualan makanan Rp2,38 triliun, dan minuman Rp119,8 miliar, dengan potongan penjualan senilai Rp3,58 miliar, sebagaimana tertulis dalam Laporan Keuangan PZZA di Keterbukaan Informasi, Rabu (1/12/2021).

Dari segi segmen operasi unit usaha di seluruh Indonesia, wilayah Jakarta dan sekitarnya berkontribusi besar terhadap penjualan neto perseroan mencapai Rp1,00 triliun, disusul Jawa-Bali Rp701,3 miliar, Sumatera Rp382,7 miliar, Sulawesi Rp192,9 miliar, Kalimantan Rp167,8 miliar, dan Indonesia Timur Rp54,05 miliar.

Angka pendapatan yang menurun membawa beban pokok penjualan ikut menyusut mencapai Rp861,5 miliar, lebih rendah dari periode sama tahun lalu senilai Rp927,8 miliar. Alhasil, laba bruto PZZA sejumlah Rp1,64 triliun, turun tipis dari Rp1,73 triliun yang dicapai perseroan pada periode yang sama tahun lalu.

Sejumlah pendapatan operasi lain yang turut berkontribusi yakni pendapatan konsesi sewa Rp19,1 miliar, jasa antar Rp4,86 miliar, jasa manajemen dan lainnya Rp1,46 miliar, sponsor dan laba klaim asuransi Rp2,29 miliar, dan lain-lain Rp4,28 miliar, dengan total berjumlah Rp32,02 miliar.

Setelah perhitungan beban operasi, beban umum, administrasi, pajak, ditambah pendapatan operasi lainnya, maka PZZA mampu membukukan laba periode berjalan sebesar Rp13,30 miliar, melesat dari periode sama tahun lalu yang masih mencatatkan rugi senilai Rp8,62 miliar.

Posisi aset PZZA hingga kuartal ketiga tahun ini sebesar Rp2,11 triliun, masih lebih rendah dari posisi aset per 30 Desember 2020 senilai Rp2,23 triliun.

Adapun jumlah liabilitas dan ekuitas perseroan pada kuartal III 2021 berturut-turut sebesar Rp1,01 triliun dan Rp1,10 triliun.

Sedangkan posisi kas dan bank akhir periode perseroan mencapai Rp36,15 miliar, lebih rendah dari posisi kas periode sama tahun lalu sebesar Rp43,5 miliar. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD