IDXChannel—Produsen mainan koleksi ‘blind box’ karakter Labubu dan sebagainya, Pop Mart International Group (9992.HK), mencatat pertumbuhan pendapatan sepanjang tahun lalu. Namun, analis menilai realisasi ini tidak memenuhi ekspektasi pasar.
Dilansir dari Reuters (25/3/2026), saham perusahaan yang tercatat di Bursa Hong Kong itu merosot lebih dari 20 persen usai jeda perdagangan siang.
Perusahaan berbasis di Beijing tersebut melaporkan pendapatan tahun 2025 meningkat 185 persen secara tahunan menjadi 37,12 miliar yuan atau sekitar Rp91 triliun.
Namun, analis Morningstar Jeff Zhang menilai capaian tersebut masih di bawah ekspektasi pasar, terutama karena perlambatan kinerja pada kuartal keempat yang memicu kekhawatiran terkait keberlanjutan kekayaan intelektual utama.
“Selain itu, penurunan rasio pembayaran dividen menjadi 25 persen pada 2025 dari 35 persen pada 2024 juga merupakan hal negatif bagi kami,” ujar Zhang.