AALI
9300
ABBA
290
ABDA
0
ABMM
2460
ACES
745
ACST
184
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
800
ADMF
8175
ADMG
176
ADRO
3250
AGAR
298
AGII
2250
AGRO
770
AGRO-R
0
AGRS
111
AHAP
100
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
158
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1555
AKRA
1185
AKSI
280
ALDO
730
ALKA
292
ALMI
308
ALTO
192
Market Watch
Last updated : 2022/08/19 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
544.69
-0.42%
-2.31
IHSG
7172.43
-0.2%
-14.12
LQ45
1022.99
-0.33%
-3.35
HSI
19773.03
0.05%
+9.12
N225
28930.33
-0.04%
-11.81
NYSE
0.00
-100%
-15734.11
Kurs
HKD/IDR 180
USD/IDR 14,820
Emas
835,878 / gram

PP Properti (PPRO) Percepat Pembayaran Utang Obligasi Rp523 Miliar

MARKET NEWS
Shifa Nurhaliza
Sabtu, 03 Juli 2021 11:49 WIB
PT PP Properti Tbk (PPRO) kembali percepat pembayaran atas utang Obligasi Berkelanjutan I PP Properti Tahap I Tahun 2018 senilai Rp523 miliar
PP Properti (PPRO) Percepat Pembayaran Utang Obligasi Rp523 Miliar. (Foto: MNC Media)
PP Properti (PPRO) Percepat Pembayaran Utang Obligasi Rp523 Miliar. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - PT PP Properti Tbk (PPRO) kembali percepat pembayaran atas utang Obligasi Berkelanjutan I PP Properti Tahap I Tahun 2018 senilai Rp523 miliar yang akan jatuh tempo pada tanggal 6 Juli 2021. Dana untuk pembayaran obligasi itu sudah disiapkan termasuk untuk pembayaran bunga.

Direktur Keuangan PPRO, Deni Budiman, menjelaskan sebelumnya perseroan telah melakukan percepatan pembayaran obligasi senilai Rp400 miliar atas utang Obligasi I PP Properti Tahun 2016 Seri B yang jatuh tempo pada tanggal 02 Juli 2021. Dengan begitu total percepatan pembayaran obligasi yang sudah dilakukan Perseroan senilai Rp923 miliar.

"Dana tersebut sudah dibayarkan kepada Kustodian Sentral Efek Indonesia ( KSEI ) senilai Rp400 miliar tanggal 29 Juni 2021 dan senilai Rp523 miliar pada tanggal 30 Juni 2021," jelas Deni dalam keterangan resminya, Jumat (2/7/2021).

Terkait dengan kinerja penjualan unit, PPRO akan memaksimalkan promosi menggunakan digital marketing melalui pemanfaatan beberapa platform yang dimiliki seperti website, instragram, youtube. Hal ini dilakukan sebagai upaya menyesuaikan kondisi akibat adanya pandemi Covid-19. Banyaknya masyarakat yang bekerja dari rumah maka dinilai strategi marketing dengan digital akan lebih efektif.

"Di era pandemi, kita harus adaptif melakukan pengembangan produk sejalan dengan kebijakan Work From Home yang dianjurkan oleh Pemerintah dan hal tersebut sudah menjadi trend bisnis saat ini," pungkasnya. (SNP)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD