AALI
10100
ABBA
418
ABDA
0
ABMM
1535
ACES
1410
ACST
268
ACST-R
0
ADES
2550
ADHI
1125
ADMF
7925
ADMG
234
ADRO
1745
AGAR
350
AGII
1570
AGRO
2000
AGRO-R
0
AGRS
226
AHAP
64
AIMS
515
AIMS-W
0
AISA
238
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
945
AKRA
4690
AKSI
458
ALDO
735
ALKA
248
ALMI
238
ALTO
300
Market Watch
Last updated : 2021/10/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
510.76
-1.06%
-5.46
IHSG
6625.70
-0.27%
-18.04
LQ45
961.32
-0.98%
-9.47
HSI
26132.03
0.02%
+5.10
N225
28600.41
-0.71%
-204.44
NYSE
0.00
-100%
-17083.15
Kurs
HKD/IDR 1,820
USD/IDR 14,160
Emas
819,389 / gram

PP Properti Terbitkan Surat Utang Rp300 Miliar

MARKET NEWS
Shifa Nurhaliza
Senin, 08 Februari 2021 09:13 WIB
PT PP Properti Tbk akan menerbitkan surat utang baru atau obligasi tahap II sebesar Rp 300 miliar.
PP Properti Terbitkan Obligasi Rp 300 Miliar (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - PT PP Properti Tbk akan menerbitkan surat utang baru atau obligasi tahap II sebesar Rp 300 miliar. Obligasi Berkelanjutan II ini mulai dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI), hari ini Senin (8/2/2021).

Melansir keterbukaan informasi BEI, Obligasi Berkelanjutan II PP Properti Tahap II Tahun 2021 yang dicatatkan dengan nilai nominal sebesar Rp300 miliar (PPRO02CN2) dengan jangka waktu 370 Hari.

Hasil pemeringkatan untuk Obligasi Tahap II adalah idBBB- (Triple B Minus) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Bertindak sebagai Wali Amanat dalam emisi ini adalah PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk.

“Total emisi Obligasi dan Sukuk yang sudah tercatat sepanjang tahun 2021 adalah 4 Emisi dari 4 Emiten senilai Rp1,44 Triliun,” tertulis dalam keterangan resmi BEI, Senin (8/2/2021).

Dengan pencatatan ini maka total emisi Obligasi dan Sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 468 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp423,66 Triliun dan USD47,5 juta, diterbitkan oleh 129 Emiten. 

Kemudian, Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 138 seri dengan nilai nominal Rp4.000,55 Triliun dan USD400,00 juta. EBA sebanyak 11 emisi senilai Rp7,29 triliun. (RAMA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD