Presiden Jokowi Ungkap Kondisi Ekonomi Dunia Tidak Ramah
Market News
Fahmi Abidin
5 hari yang lalu
Dalam Konferensi Organisasi Insinyur se-Asean, Presiden Jokowi mengungkapkan bahwa kondisi global saat ini membuat perekonomian dunia menjadi tidak ramah.
Presiden Jokowi Ungkap Kondisi Ekonomi Dunia Tidak Ramah. (Foto: Ist)

IDXChannel – Dalam Konferensi Organisasi Insinyur se-Asean, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan bahwa kondisi global saat ini membuat perekonomian dunia menjadi tidak ramah. Menurutnya, setiap negara perlu membentengi diri agar perekonomiannya tetap tumbuh stabil dan berkelanjutan.

“Ekonomi dunia saat ini sedang tidak ramah. Beberapa negara mengalami kemunduran ekonomi bahkan ada negara mulai mengalami resesi ekonomi,” kata Presiden Jokowi saat memberikan pidato di Konferensi Organisasi Insinyur se-Asean ke-37 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (11/9).

Perlambatan ekonomi ini tidak hanya terjadi di negara-negara berkembang saja tetapi juga di negara adidaya seperti Amerika Serikat (AS) maupun China. Hal tersebut menurut Presiden Jokowi dapat dimanfaatkan negara-negara di ASEAN untuk mendapat peluang meningkatkan perekonomian.

“Kita harus berusaha memanfaatkan kemunduran di beberapa kawasan sebagai peluang untuk kita bisa melompat ke depan.”

Peluang tersebut bisa ditangkap dengan cara pengembangan inovasi-inovasi dan terobosan terutama di bidang teknologi digital yang bisa diraih dengan saling bekerja sama sesama negara ASEAN. Pasalnya, inovasi di bidang teknologi ini telah dimiliki negara-negara Asean yang berhasil menumbuhkan banyak startup digital.

Menurut Jokowi, dengan jumlah penduduk sekitar 600 juta jiwa, ASEAn merupakan sebuah kekuatan besar ekonomi dunia. ASEAN telah membuktikan diri sebagai kawasan yang aman dan stabil dengan pertumbuhan ekonomi yang mengagumkan.

“Persaudaraan dan kerja sama antar kita di keluarga besar ASEAN selama ini telah berjalan dengan sangat baik, namun ada kebutuhan yang semakin mendesak agar kerja sama semakin kuat terutama dalam menghadapi dunia,” pungkasnya.

Dengan kerja sama yang komprehensif maka diharapkan teknologi dan inovasi yang tercipta dapat mendorong kemajuan industrialisasi. Kerja sama ini berlaku untuk semua sektor mulai dari infrastruktur, bisnis, hingga perdagangan. (*)

Baca Juga