ASII membukukan laba bersih Rp5,9 triliun sepanjang kuartal I-2026. Capaian ini 16 persen lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2025.
Seiring dengan capaian tersebut, pendapatan bersih konsolidasian juga turun yakni 6 persen menjadi Rp78,7 triliun.
Presiden Direktur ASII Rudy mengatakan, penurunan ini disebabkan oleh kinerja yang lebih rendah dari divisi Alat Berat, Pertambangan, Konstruksi dan Energi, terutama akibat kontribusi dari bisnis pertambangan emas yang minim, serta volume lebih rendah di bisnis alat berat dan bisnis jasa penambangan.
(Dhera Arizona)