"Beruntungnya kita juga sudah siap dengan mitra-mitra region seperti New Zealand, Australia yang bisa mengimbangkan situasi sekarang. Eropa yang kena (dampak perang), tapi negara lain yang produksi susu kejunya besar, tidak (kena dampak). Kita masih beruntung dapat opsi yang bisa memberikan keseimbangan," ujarnya.
Meski demikian, kata dia, perseroan akan terus memantau ketidakpastian yang terjadi di global. Hal ini dilakukan agar perseroan bisa menerapkan mitigasi dan strategi selanjutnya.
"Ketidakpastian ini tiap hari kita pelototi. Kuartal I bisa tertangani dan tidak bisa kita janjikan sepanjang tahun. Tapi kita cukup agile, pantau situasi makro dan teman-teman cukup lihai dalam menjalankan bisnis. Prioritasnya membesarkan pasar keju di Indonesia," katanya.
(Dhera Arizona)