"Kinerja tersebut juga didukung oleh pertumbuhan pendapatan yang positif di seluruh segmen pelanggan, baik pelanggan individu, referensi dokter, referensi pihak ketiga, maupun klien korporasi," tuturnya.
EBITDA perseroan mencapai Rp216,3 miliar, atau meningkat 7,1 persen. Namun, total aset terkoreksi tipis sebesar 2 persen menjadi Rp2,64 triliun hingga Juni 2026. Di mana aset lancar relatif stabil sebesar Rp994,8 miliar dan aset tidak lancar sebesar Rp1,64 triliun.
Total liabilitas perseroan tercatat sebesar Rp301 miliar, total ekuitas naik menjadi Rp2,34 triliun dengan arus kas bersih dari aktivitas operasi sebesar Rp199,9 miliar.
Baca Juga:
(DESI ANGRIANI)