Kontrak acuan pengiriman Juni di Bursa Malaysia turun 0,69 persen ke 4.739 ringgit per ton pada jeda perdagangan siang.
Meski turun, kontrak tersebut masih mencatat kenaikan 18,75 persen sepanjang Maret dan berpeluang mencetak kenaikan bulanan terbesar sejak April 2022.
Seorang trader di Kuala Lumpur menyebut, seperti dikutip Reuters, harga CPO terkoreksi seiring pelemahan minyak nabati pesaing pada perdagangan Asia.
Minyak kedelai Dalian melemah, sementara minyak sawit Dalian menguat tipis dan minyak kedelai Chicago juga terkoreksi.
Pergerakan CPO umumnya mengikuti minyak nabati pesaing karena bersaing dalam pasar minyak nabati global.