IDXChannel - Kinerja emiten perkebunan dan produsen minyak sawit mentah (CPO) diperkirakan masih solid pada kuartal IV-2025 (4Q25), meski ruang tekanan dari sisi kebijakan kian terbuka.
Riset Indo Premier Sekuritas yang terbit pada 20 Januari 2026 memperkirakan laba bersih inti (core net profit/NP) sektor CPO pada 4Q25 berpotensi naik sekitar 9 persen secara kuartalan (qoq) menjadi Rp2,5 triliun, di atas konsensus pasar. Peningkatan ini terjadi meski harga CPO domestik cenderung normalisasi.
Pada 4Q25, harga CPO berbasis rupiah tercatat turun tipis 1 persen qoq ke kisaran Rp14,3 juta per ton.
Pelemahan ini dipicu oleh tingginya level persediaan global dan permintaan yang lebih lemah dari perkiraan, terutama dari India dan China.
Sepanjang Desember 2025, stok minyak sawit Malaysia melonjak ke 3,8 juta ton, tertinggi sejak 2021, meski produksi turun dan ekspor meningkat.