Namun secara tahunan, rata-rata harga CPO sepanjang 2025 tetap naik 8 persen menjadi Rp14,3 juta per ton. Kenaikan ini ditopang oleh pelemahan rupiah, sehingga masih sejalan dengan estimasi Indo Premier untuk tahun buku 2025.
Dari sisi emiten, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) diperkirakan mencatatkan pertumbuhan laba terkuat pada 4Q25, naik sekitar 25 persen qoq, didorong oleh penurunan beban utang.
PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) menyusul dengan kenaikan sekitar 22 persen qoq, didukung realisasi pengiriman tertunda dan mekanisme harga dengan jeda dua bulan.
PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) diperkirakan tumbuh 6 persen qoq berkat penurunan biaya persediaan.
Sementara itu, PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) diperkirakan turun tipis 2 persen qoq akibat produksi yang lebih rendah dan penggunaan mekanisme harga spot.