Tingginya tingkat write-off dapat menyebabkan biaya kredit yang lebih tinggi, dan sebaliknya. Berdasarkan hasil evaluasi untuk bank pada November 2024, Verdhana melihat tren penghapusan pinjaman yang bervariasi.
Secara umum, BBCA, BMRI, dan BRI menunjukkan perbaikan, sementara BBRI stabil meski masih tinggi di sekitar 3,3 persen.
Hal ini menunjukkan, biaya kredit ke depan bisa lebih stabil, yang berpotensi meningkatkan prediktabilitas pendapatan bank.
Verdhana mempertahankan pandangan positif jangka panjang terhadap sektor perbankan Indonesia, dengan preferensi pada bank-bank besar, dengan BBCA sebagai pilihan utama di sektor ini.
Saham Pilihan
Menurut Verdhana Sekuritas, beberapa bank besar Indonesia diprediksi mencatatkan kinerja positif pada 2025. BBCA misalnya, diperkirakan mencapai target harga saham Rp13.200 per saham dengan rasio nilai buku per saham (Price to Book atau P/B) pada 5,4 kali dan rasio harga terhadap laba (Price to Earnings atau P/E) pada 26,9 kali di 2025.