Risiko utama yang dapat mempengaruhi kinerja saham BBCA antara lain tren ekonomi yang memburuk, kompetisi likuiditas yang semakin ketat, serta kemungkinan kenaikan biaya kredit dan operasional.
Kemudian, BMRI diperkirakan mencapai target harga saham Rp8.700, dengan rasio P/B 2,5 kali dan P/E 12,6 kali pada 2025. Risiko yang dihadapi BMRI mencakup ketidakpastian tren ekonomi, potensi intervensi pemerintah, serta kompetisi likuiditas yang semakin ketat.
Sementara itu, BBRI diperkirakan mencapai target harga saham Rp5.400, dengan rasio P/B 2,5 kali dan P/E 13,1 kali pada 2025.
Risiko yang dapat mempengaruhi BBRI antara lain perubahan regulasi yang tidak menguntungkan serta ketatnya persaingan likuiditas, yang dapat meningkatkan biaya pendanaan dan biaya kredit.
BBNI diperkirakan mencapai target harga Rp6.600, dengan rasio P/B 1,4 kali dan P/E 10,7 kali pada 2025. Risiko yang dapat mempengaruhi BBNI meliputi tren ekonomi yang memburuk, perubahan regulasi, dan kompetisi likuiditas yang lebih ketat.