Adapun beralihnya fokus proyek yang dikerjakan perseroan lantaran minimnya proyek infrastruktur pemerintah akibat dampak efisiensi anggaran.
Hal ini membuat laba bersih JKON pada 2025 anjlok 40,3 persen menjadi Rp111,21 miliar dari periode 2024 yang sebesar Rp186,42 miliar.
Tekanan terbesar berasal dari segmen perdagangan aspal yang dijalankan melalui entitas usaha Jaya Trade. Di mana pendapatan segmen aspal turun signifikan dari sekitar Rp1,58 triliun pada 2024 menjadi Rp1,25 triliun pada 2025.
Sementara itu, segmen konstruksi terpengaruh oleh berkurangnya proyek-proyek kerja sama operasi (KSO) yang sebelumnya mendominasi portofolio perseroan pada 2024, termasuk sejumlah proyek di Ibu Kota Nusantara (IKN).
Kondisi serupa juga terjadi pada segmen manufaktur beton yang mengalami penurunan pendapatan maupun laba bruto sepanjang tahun lalu.
(DESI ANGRIANI)