Di sisi lain, harga minyak Brent turun lebih dari 4 persen pada Jumat setelah sehari sebelumnya melonjak lebih dari 7 persen hingga ditutup di atas USD100 per barel untuk pertama kalinya sejak Mei.
Pergerakan minyak dipengaruhi meningkatnya ketegangan di Timur Tengah setelah kelompok Houthi yang didukung Iran mengklaim menyerang dua kapal tanker Saudi di Laut Merah.
Sejak konflik yang didukung AS terhadap Iran pecah pada akhir Februari, harga emas telah terkoreksi sekitar 23 persen.
Tekanan tersebut muncul karena pasar memperkirakan lonjakan inflasi akibat perang dapat mendorong bank sentral mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.
Meski emas dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi, suku bunga yang tinggi cenderung mengurangi daya tarik logam mulia karena tidak memberikan imbal hasil.