Untuk periode 22-26 Desember 2025, harga emas diperkirakan bergerak dalam rentang USD4.150-USD4.450 per ons, dengan bias cenderung positif. Potensi penguatan tetap terbuka, meski laju kenaikan diperkirakan lebih moderat dibandingkan fase reli sebelumnya.
Dari sisi sentimen, harga emas cenderung memasuki fase konsolidasi jelang libur Natal, seiring mulai ditutupnya sejumlah bursa global pada Rabu (24/12/2025) yang berpotensi menurunkan likuiditas dan volume transaksi.
Kondisi ini biasanya membuat pergerakan harga lebih terbatas dan bergerak dalam rentang tertentu (range-bound), meski tetap mengikuti arah tren utama.
Meski demikian, tekanan penurunan dinilai terbatas karena masih adanya faktor pendukung dari sisi global.
Ketegangan geopolitik antara AS dan Venezuela, serta permintaan yang tetap solid baik dari sektor industri maupun investasi, diperkirakan menjadi penopang harga emas.