“Harga emas berpotensi naik. Saya melihat ada peluang kenaikan setelah tekanan jual akibat FOMC pekan lalu. Saya memperkirakan kenaikan moderat pada emas dan perak seiring berlanjutnya ketegangan di Timur Tengah. Namun, reli yang berkelanjutan masih sulit terjadi sebelum konflik antara AS/Israel dan Iran mereda,” kata Presiden dan COO Asset Strategies International, Rich Checkan.
Senada, Senior Market Strategist Forex.com, James Stanley, menilai tren emas masih cenderung menguat. “April adalah bulan penuh ketidakpastian, tetapi sejauh ini pihak bullish mampu bertahan dengan cukup baik,” ujarnya.
Di sisi lain, Senior Commodities Broker RJO Futures, Daniel Pavilonis, melihat pergerakan emas dan perak tetap dipengaruhi oleh dinamika harga minyak dan pasar saham.
Dari sisi partisipasi, sebanyak 16 analis Wall Street mengikuti survei tersebut, dengan 50 persen memperkirakan kenaikan harga emas, 31 persen memprediksi penurunan, dan sisanya melihat konsolidasi.
Sementara itu, dari 79 investor ritel yang berpartisipasi, 46 persen optimistis harga akan naik, 30 persen memperkirakan turun, dan 24 persen melihat pergerakan mendatar.