Selain itu, penguatan yen Jepang pasca intervensi pemerintah turut menjadi faktor pendukung bagi emas. Kondisi ini berpotensi memperketat likuiditas global melalui unwinding carry trade.
Emas spot pada Jumat (1/5) pekan lalu ditutup melemah 0,18 persen ke level USD4.613,83 per troy ons, sekaligus mencatat penurunan mingguan sekitar 2,04 persen.
Penurunan ini menandai pelemahan dua pekan berturut-turut, meski sempat mendapat dorongan setelah keputusan Federal Reserve (The Fed) menahan suku bunga.
Proyeksi Sepekan
Survei mingguan Kitco News menunjukkan sentimen pasar mulai terbagi, dengan separuh analis Wall Street memperkirakan harga emas kembali naik dalam sepekan ke depan.
Sementara itu, sekitar sepertiga responden masih melihat potensi pelemahan, dan sisanya memperkirakan pergerakan konsolidatif.