AALI
8425
ABBA
540
ABDA
0
ABMM
1250
ACES
1310
ACST
246
ACST-R
0
ADES
2720
ADHI
885
ADMF
7675
ADMG
218
ADRO
1400
AGAR
368
AGII
1395
AGRO
2300
AGRO-R
0
AGRS
246
AHAP
68
AIMS
342
AIMS-W
0
AISA
204
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
590
AKRA
3990
AKSI
422
ALDO
715
ALKA
292
ALMI
238
ALTO
320
Market Watch
Last updated : 2021/09/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
458.78
1.26%
+5.72
IHSG
6108.27
0.78%
+47.51
LQ45
862.18
1.23%
+10.45
HSI
24221.54
0.51%
+122.40
N225
29639.40
-0.67%
-200.31
NYSE
16184.50
0.1%
+16.33
Kurs
HKD/IDR 1,827
USD/IDR 14,240
Emas
814,120 / gram

PTBA Genjot Gasifikasi Batu Bara, Beroperasi Secara Komersial di 2025

MARKET NEWS
Fahmi Abidin
Jum'at, 02 Oktober 2020 08:15 WIB
PT Bukit Asam Tbk (PTBA), mengungkapkan bahwa terkait Gasifikasi Batu Bara, perseroan berkomitmen menjalankan dan mengembangkan usaha hilirisasi batu bara.
PTBA Genjot Gasifikasi Batu Bara, Beroperasi Secara Komersial di 2025. (Foto: Ist)

IDXChannel - Emiten pertambangan PT Bukit Asam Tbk (PTBA), mengungkapkan bahwa terkait Gasifikasi Batu Bara, perseroan berkomitmen menjalankan dan mengembangkan usaha hilirisasi batu bara, yaitu Coal to DME, bersama dengan mitra strategis (Pertamina sebagai off-taker, dan investor pemilik teknologi gasifikasi batu bara).

Dalam keterangan resmi PTBA, Rabu (30/9/2020), perseroan telah menandatangani perjanjian kerjasama pada 2019 kemudian di 2020 dilanjutkan dengan tahap rancangan enjiniring lebih detil untuk persiapan pembangunan pabrik Coal to Chemicals (DME) termasuk mempersiapkan hal terkait pra-konstruksi pembangunan pabrik.

Pabrik ini ditargetkan mulai berproduksi komersial pada tahun 2025 dengan konsumsi batu bara sekitar 6 juta ton per tahun selama minimal 20 tahun, untuk menghasilkan 1,4 juta ton DME per tahun-nya.

Proyek DME PTBA akan dikembangkan di Tanjung Enim provinsi Sumatra Selatan, dimana DME adalah substitusi dari LPG yang saat ini sebagian besar masih di impor.

Pada PLTU Mulut Tambang Sumsel-8 berkapasitas 2x620 MW merupakan proyek strategis PTBA dengan nilai mencapai USD1,68 miliar. PLTU ini merupakan bagian dari proyek 35 ribu MW dan dibangun oleh PTBA melalui PT Huadian Bukit Asam Power (PT HBAP) sebagai Independent Power Producer (IPP). PT HBAP merupakan konsorsium antara PTBA dengan China Huadian Hongkong Company Ltd.

Progres pembangunan proyek PLTU yang nantinya membutuhkan 5,4 juta ton batu bara dalam setahun ini telah mencapai pencapaian pembangunan sebesar 50%. Pembangkit listrik ini diharapkan bisa beroperasi penuh secara komersial pada kuartal pertama 2022.

Kemudian proyek PLTS Bandara Soekarno-Hatta dengan AP II, PTBA juga melakukan sinergi dengan PT Angkasa Pura II (AP II) dalam membangun dan mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Bandar Udara Soekarno-Hatta.

PLTS kerjasama PTBA dan AP II tersebut berupa 720 solar panel system dengan photovoltaics berkapasitas maksimal 241 kilowatt-peak (kWp) dan terpasang di Gedung Airport Operation Control Center (AOCC).

PLTS di Gedung AOCC ini dibangun dan dikelola oleh PTBA yang juga menggandeng anak usaha PT LEN Industri yakni PT Surya Energi Indotama.

Operasional PLTS akan beroperasi penuh pada 1 Oktober 2020, dimana PTBA bekerjasama dengan AP II siap membangun PLTS di sejumlah bandara-bandara lainnya yang dikelola AP II.

Selain itu juga proyek Angkutan Batu Bara dimana PTBA bekerjasama dengan PT Kereta Api Indonesia mengembangkan proyek angkutan batu bara jalur kereta api dengan kapasitas 72 juta ton/tahun pada tahun 2025, termasuk jalur baru yang terdiri dari:

Setelah itu terdapat Tanjung Enim – Arah Utara, dimana dengan kapasitas angkut 20 juta ton/tahun, beserta fasilitas dermaga baru Kramasan yang direncanakan akan beroperasi pada 2024 ; disamping itu kapasitas angkut 7 juta ton per tahun telah siap dioperasikan pada Dermaga Kertapati sejak Triwulan I-2020.

Proyek Tanjung Enim – Arah Selatan, Tarahan 1, pengembangan kapasitas jalur eksisting menjadi 25 juta ton/tahun pada akhir tahun 2020. Kemudian Tarahan 2, dengan kapasitas angkut 20 juta ton/tahun dan direncanakan akan beroperasi pada 2025.

Sekadar diketahui bahwa Pengembangan Kapasitas Angkutan Batu Bara dengan Pelindo II, PTBA menandatangani Head of Agreement (HoA/Perjanjian Induk) dengan PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) untuk pengembangan kapasitas angkutan batu bara dan/atau komoditas lainnya melalui sungai dan pelabuhan di Sumatera Selatan. Kerjasama pengembangan angkutan batu bara ini dilakukan untuk menyukseskan tujuan pembangunan koridor ekonomi Sumatera Selatan sebagai lumbung energi nasional. (*)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD