Arsal mengatakan bahwa cadangan batu bara yang melimpah menjadi alasan pemerintah melalui Danantara Indonesia mendorong reaktivasi pertambangan Ombilin. Meski tambang tua, Ombilin memiliki cadangan besar, terutama pada tambang bawah tanah (underground).
Dia mengatakan, dengan harga batu bara yang cenderung tinggi, Indonesia akan diuntungkan dengan penjualan batu bara dari tambang tersebut. Dia juga menegaskan, perseroan akan mengedepankan proses penambangan yang ramah lingkungan, termasuk dengan memanfaatkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
"Yang paling penting adalah bagaimana di Ombilin itu nanti bisa menciptakan kesempatan kerja, ekonominya jadi meningkat lagi," kata Arsal.
Pada 2026, PTBA menargetkan produksi dan penjualan batu bara di kisaran 50 juta ton. Di samping mendorong penjualan, perseroan fokus menjalankan strategi efisiensi serta optimalisasi portofolio bisnis yang lebih berkelanjutan.
(Rahmat Fiansyah)