Joko menyampaikan, perolehan proyek ini menjadi bagian dari upaya Perseroan dalam memperkuat portofolio infrastruktur sekaligus mendukung kebutuhan konektivitas dan kelancaran logistik di wilayah Sumatera Selatan.
“PTPP berkomitmen untuk memberikan kontribusi terbaik dalam pembangunan Jalan Hauling Batubara Stage III. Dengan pengalaman dan kapabilitas yang dimiliki serta didukung inovasi dan pemanfaatan teknologi dalam proses konstruksi, kami optimistis proyek ini dapat dilaksanakan dengan mengedepankan kualitas, ketepatan waktu, dan keselamatan kerja, sekaligus memberikan nilai tambah bagi kelancaran rantai pasok energi nasional,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (31/8/2026).
Dia menerangkan, pembangunan Jalan Hauling Batu Bara Stage III memiliki sejumlah tantangan, terutama pada aspek perlintasan (crossing) serta kondisi rute proyek yang panjang dan berada di area terpencil. Kondisi tersebut membutuhkan dukungan sistem komunikasi dan keselamatan yang memadai, serta penerapan HSE 10 Golden Steps Quality dalam mendukung standar keselamatan dan kualitas pekerjaan.
Dalam pelaksanaan pekerjaan, kata dia, PTPP mengedepankan inovasi dan pemanfaatan teknologi untuk mendukung proses konstruksi yang lebih efektif dan terukur. Sejumlah teknologi yang direncanakan antara lain pemetaan lahan menggunakan drone dan LiDAR, digitalisasi inspeksi QHSE, monitoring logistik berbasis barcode, Real-Time Working Progress, All-in-One Project Dashboard, serta penerapan Building Information Modeling (BIM), Augmented Reality (AR), dan Virtual Reality (VR).
Dengan diperolehnya kontrak senilai Rp970 miliar ini, PTPP semakin memperkuat portofolio Perseroan di sektor infrastruktur.
"Perseroan optimistis proyek pembangunan Jalan Hauling Batu Bara Stage III dapat dilaksanakan dengan mengedepankan kualitas, ketepatan waktu, keselamatan dan kesehatan kerja, serta inovasi dan pemanfaatan teknologi di setiap tahapan pekerjaan," kata dia.
(Dhera Arizona)