Misi utama pertemuan ini adalah meyakinkan investor global bahwa Indonesia sangat serius dalam melakukan pembenahan tata kelola pasar modal pasca-pengunduran diri sejumlah petinggi otoritas sebelumnya.
"Saya akan mewakili BEI untuk ketemu dengan petinggi MSCI, dari OJK juga akan ikut. Kita akan meyakinkan kepada indeks provider global bahwa Indonesia punya komitmen untuk meningkatkan transparansi dan tata kelola," ujar Jeffrey.
Selain menanggapi isu transparansi, Jeffrey menegaskan bahwa pihaknya telah menampung berbagai masukan dari penyedia indeks global lainnya. Komitmen ini diambil untuk memberikan rasa aman dan perlindungan hukum bagi seluruh pelaku pasar.
"Kami sudah berkomunikasi dengan beberapa index provider global dan kami sudah menampung apa yang diharapkan. Semua itu akan kami deliver dalam waktu secepat mungkin untuk memberikan kenyamanan dan perlindungan kepada seluruh investor, baik investor global maupun investor domestik kita," jelas Jeffrey.
Langkah proaktif ini diharapkan dapat meredam sentimen negatif yang memicu gejolak di lantai bursa dalam sepekan terakhir. Dengan adanya komunikasi langsung ini, otoritas berharap MSCI dan lembaga global lainnya dapat melihat keseriusan Indonesia dalam melakukan reformasi struktural di pasar modal. (Wahyu Dwi Anggoro)