Realisasi Penerimaan Pajak Juni 2020 Tercatat Rp531,7 Triliun

Market News
Shifa Nurhaliza
Jumat, 10 Juli 2020 13:15 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan realisasi penerimaan pajak di Semester I-2020 masih tercatat minus 12%.
Realisasi Penerimaan Pajak Juni 2020 Tercatat Rp531,7 Triliun. (Foto: Ist)

IDXChannel – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan realisasi penerimaan pajak di Semester I-2020 masih tercatat minus 12%, dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Selain itu, Menkeu juga mengungkapkan bahwa berdasarkan jenis pajaknya terjadi pelambatan kontraksi yang terlihat di Juni lalu.

“Realisasi penerimaan pajak hingga akhir juni 2020 tercatat senilai Rp531,7 triliun atau 44,4%, terhadap target APBN 2020 sesuai Perpres 72 tahun 2020 yang mencapai Rp1.198,8 triliun,” jelasnya kepada Video Jurnalist (VJ) IDX Channel, Raharjo Padmo, pada Jumat (10/7/2020).

Kendati demikian, Sri Mulyani menilai pembatasan ekonomi dan pemberian insentif pajak yang sudah mulai berjalan, memberikan dampak bagi penurunan penerimaan pajak.

“Data penerimaan berdasarkan jenis pajak pada akhir Semester I, mulai terlihat perlambatan kontraksi penerimaan. Seperti pajak penghasilan pasal 21, yang pada bulan mencatat minus 28,4%, menjadi positif 13,5%. PPH impor tercatat minus 67% pada Mei, menjadi minus 54,2%. PPH badan yang tercatat -54% menjadi minus 41%. Sedangkan ppn dalam negeri yang tadinya minus 35,5% di Mei, membaik jadi minus 27,7% di Juni,” ujar menkeu.

Namun, ditambahkan Sri Mulyani, hal tersebut sedikit lebih baik dari Mei. “Demikian juga untuk PPN impor, ini semua menggambarkan ekonomi kita mengalami tekanan terburuk terjadi di bulan Mei lalu. Kita berharap Juni ada pemulihan dan momentum ini diharapkan berjalan hingga Q3 dan Q4,” tambahnya.

Sementara itu, realisasi penerimaan Bea dan Cukai hingga 30 Juni 2020 tercatat senilai Rp93,2 triliun atau 45,3% dari target Rp205,7 triliun. Dengan demikian realisasi penerimaan perpajakan hingga Semester I tercatat senilai Rp624,9 triliun atau 44,5% dari target Rp1.404,5 triliun. (*)

Baca Juga