Level tersebut menjadi target penutupan apabila tekanan jual kembali meningkat dalam waktu dekat.
Dengan kondisi tersebut, pelaku pasar disarankan menerapkan strategi wait and see sambil menunggu konfirmasi arah rebound yang lebih valid.
Dari sisi katalis, pasar masih mencermati perkembangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, khususnya respons Washington terhadap proposal terbaru dari Teheran untuk meredakan konflik.
Selain itu, nilai tukar rupiah tercatat menguat tipis ke kisaran Rp17.200 per USD, meski masih rentan terhadap tekanan eksternal.
Sentimen domestik lainnya datang dari kebijakan baru Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait kriteria masuk indeks, yang mencakup aspek free float, likuiditas, volume perdagangan, serta sejumlah parameter lain yang berpotensi memengaruhi komposisi saham dalam indeks. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.