AALI
9675
ABBA
314
ABDA
6975
ABMM
1360
ACES
1260
ACST
186
ACST-R
0
ADES
3450
ADHI
810
ADMF
7600
ADMG
175
ADRO
2280
AGAR
360
AGII
1410
AGRO
1320
AGRO-R
0
AGRS
152
AHAP
68
AIMS
370
AIMS-W
0
AISA
173
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1075
AKRA
735
AKSI
660
ALDO
1405
ALKA
294
ALMI
288
ALTO
274
Market Watch
Last updated : 2022/01/28 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
508.18
0.2%
+0.99
IHSG
6645.51
0.52%
+34.35
LQ45
949.77
0.29%
+2.75
HSI
23550.08
-1.08%
-256.92
N225
26717.34
2.09%
+547.04
NYSE
0.00
-100%
-16236.51
Kurs
HKD/IDR 1,842
USD/IDR 14,364
Emas
829,485 / gram

Reksa Dana Ternyata Banyak Dilirik Investor dari Deposito, Ini Sebabnya

MARKET NEWS
Oktiani Endarwati
Selasa, 16 November 2021 14:36 WIB
Menanamkan dana investasi di reksa dana pasar uang ternyata lebih banyak menarik investor dibandingkan deposito.
Reksa Dana Ternyata Banyak Dilirik Investor dari Deposito, Ini Sebabnya. (Foto: MNC Media)
Reksa Dana Ternyata Banyak Dilirik Investor dari Deposito, Ini Sebabnya. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Menanamkan dana investasi di reksa dana pasar uang ternyata lebih banyak menarik investor dibandingkan deposito. Salah satu perbedaan reksa dana pasar uang dan deposito adalah imbal hasil atau return.

Dari sisi kinerja, reksa dana pasar uang secara rata-rata memberikan keuntungan 3% per tahun. Namun karena keuntungan reksa dana bukan objek pajak, maka profit investasi reksa dana tidak terpotong oleh pajak. Sementara bunga deposito sudah pasti dikenakan pajak sebesar 20%.

"Jadi kalau deposito kena pajak 20%, reksa dana pasar uang tidak. Kalau keuntungan 3%, itulah net 3%. Meskipun terlihat kecil tapi yang menarik dari pasar uang adalah risikonya juga sangat kecil. Artinya, kemungkinan rugi hampir tidak ada dan pembeliannya sangat mudah dan likuid," ujar Head of Investment Research Infovesta Wawan Hendrayana dalam Market Review IDX Channel, Selasa (16/11/2021).

Menurut dia, untuk generasi muda, dibanding menabung, mereka cenderung lebih tertarik menempatkan dananya pada reksa dana pasar uang. Selain karena kemungkinan ruginya kecil, reksa dana pasar uang juga lebih fleksibel dari sisi jangka waktu.

"Jadi cocok sekali untuk generasi muda yang ingin mencairkan reksa dana kapan saja dan tidak terikat waktu," ungkapnya.

Wawan menuturkan, saat ini sosialisasi masih menjadi tantangan bagi industri reksa dana. Meski minat masyarakat terhadap produk reksa dana meningkat signifikan, sosialisasi tetap harus gencar dilakukan terutama untuk industri reksa dana syariah yang masih tertinggal dari yang konvensional.

"Dari sisi kinerja, ada dua tantangan di tahun depan. Pertama, dari sisi kenaikan suku bunga di Amerika Serikat bisa berpengaruh ke Indonesia. Kedua, pengendalian pandemi di dalam negeri mengingat ada banyak varian baru di luar sana," tuturnya.

Dia berharap tidak ada lonjakan kasus Covid-19 di dalam negeri sehingga aktivitas masyarakat bisa kembali normal. "Sepanjang tidak ada PPKM tambahan di tahun depan, saya yakin reksa dana saham bisa mencapai 10%-12%, untuk reksa dana campuran 8%, reksa dana pendapatan tetap 6%-7%, dan reksa dana pasar uang 3%-3,5%," tandasnya. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD