Empat hari sebelumnya, PT Republik Capital Indonesia yang merupakan investor awal CBRE melepas 90,76 juta saham pada harga Rp700 per saham. Dari transaksi tersebut, Republik Capital memperoleh dana sekitar Rp63,5 miliar.
Setelah penjualan tersebut, kepemilikan Republik Capital menyusut menjadi 422,24 juta saham atau setara 9,30 persen dari total modal ditempatkan dan disetor CBRE.
Dari sisi kinerja, CBRE mencatat lonjakan pendapatan sebesar 205,9 persen menjadi Rp88,96 miliar sepanjang semester I-2026. Namun, perseroan masih membukukan rugi bersih Rp36 miliar pada periode tersebut seiring meningkatnya aktivitas operasional dan implementasi pengembangan usaha.
Selain itu, CBRE saat ini tengah memproses Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue. Proses tersebut masih berada pada tahap permintaan klarifikasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai bagian dari evaluasi dokumen Pernyataan Pendaftaran PMHMETD.
(Rahmat Fiansyah)