AALI
9650
ABBA
226
ABDA
0
ABMM
2370
ACES
790
ACST
168
ACST-R
0
ADES
7275
ADHI
820
ADMF
8075
ADMG
176
ADRO
2950
AGAR
324
AGII
2090
AGRO
725
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1535
AKRA
1055
AKSI
294
ALDO
835
ALKA
298
ALMI
292
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/06/28 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
537.61
-0.34%
-1.85
IHSG
6996.46
-0.28%
-19.60
LQ45
1007.64
-0.31%
-3.10
HSI
22418.97
0.85%
+189.45
N225
27049.47
0.66%
+178.20
NYSE
0.00
-100%
-14811.55
Kurs
HKD/IDR 1,888
USD/IDR 14,835
Emas
871,303 / gram

Resmi! IATA Ganti Nama Jadi MNC Energy Investments

MARKET NEWS
Yulistyo Pratomo
Kamis, 10 Februari 2022 11:01 WIB
RUPSLB secara resmi menetapkan pergantian nama dari PT Indonesia Transport & Infrastructure Tbk menjadi PT MNC Energy Investments Tbk
Resmi! IATA Ganti Nama Jadi MNC Energy Investments. (Foto: MNC Media)
Resmi! IATA Ganti Nama Jadi MNC Energy Investments. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) secara resmi menetapkan pergantian nama dari PT Indonesia Transport & Infrastructure Tbk menjadi PT MNC Energy Investments Tbk. Namun demikian, kode saham emiten ini masih menggunakan IATA

Tidak hanya melakukan pergantian nama, perseroan juga mengubah kegiatan usaha utamanya dari perusahaan pengangkutan udara niaga dan jasa angkutan udara, menjadi investasi dan perusahaan induk, khususnya di sektor pertambangan batu bara.

Dikutip dari siaran pers perseroan yang diterima IDX Channel, Kamis (10/2/2022), IATA mencatatkan pendapatan usaha sebesar USD7,2 juta pada September 2021 lalu, atau naik 15 persen dibanding USD6,3 juta pada September 2020.

Kenaikan tersebut diikuti dengan beban usaha yang menghasilkan rugi bersih sebesar USD4,7 juta atau naik 118% dibanding rugi bersih pada periode yang sama tahun sebelumya sebesar USD2,1 juta.

Dengan belum pulihnya sektor penerbangan, IATA memilih berekspansi ke bidang usaha baru menjadi solusi untuk memperbaiki nilai perusahaan. Hal ini tak lepas dari momentum dari lonjakan harga komoditas batu bara dan permintaannya yang terus meningkat.

"IATA mengambil langkah strategis dengan merambah ke sektor energi, khususnya tambang batu bara," demikian keterangan pers dari IATA. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD