Meski demikian, kebutuhan persediaan, permintaan yang berkaitan dengan sektor perumahan, serta investasi manufaktur dapat memengaruhi besaran dividen.
Turnover saham yang tipis juga menjadi pertimbangan dalam menentukan ukuran investasi.
Lebih lanjut, PT Delta Djakarta Tbk (DLTA), produsen bir dengan merek antara lain Anker, Carlsberg, San Miguel, dan Kuda Putih, menawarkan yield historis 11 persen.
Perseroan memiliki FCF selama 12 bulan terakhir Rp207 miliar dan rasio utang terhadap ekuitas hanya 0,01 kali.
Kas bersih DLTA setara 56 persen kapitalisasi pasarnya, memberikan ruang bagi pembagian dividen.