Namun, angka tersebut merupakan skenario perhitungan, bukan kepastian dividen yang akan dibagikan.
Sementara itu, PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) menawarkan dividend yield historis 12,2 persen dengan arus kas bebas (free cash flow/FCF) Rp342 miliar.
Rekam jejak dividen yang meningkat menjadi daya tarik, meskipun besarnya pembagian dividen ke depan tetap bergantung pada volume penanganan kendaraan dan kebutuhan investasi terminal.
PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM), yang bergerak dalam layanan pemanduan dan penundaan kapal, juga masuk dalam daftar. Pendapatan berulang dari kebutuhan layanan kapal yang memasuki pelabuhan menjadi salah satu penopang bisnisnya.
Namun, kenaikan biaya bahan bakar menekan laba bersih IPCM sebesar 24 persen secara tahunan pada semester I-2026. Dengan dividen per saham Rp23,75 pada 2025, yield historisnya mencapai 9,7 persen pada harga Rp246.