Sementara itu, ASII menawarkan proyeksi dividend yield 11,8 persen untuk 2026.
Daya tarik saham ini turut ditopang kerangka pengembalian kepada pemegang saham, termasuk program pembelian kembali saham senilai Rp8 triliun yang berlangsung pada Juli 2026 hingga Juli 2027 serta kebijakan rasio pembayaran dividen minimal 45-50 persen.
Untuk ASII, UOB Kay Hian juga mempertahankan rekomendasi beli. Dalam risetnya, target harga yang tercantum sebesar Rp7.100 per saham.
Kemudian, AADI memiliki proyeksi dividend yield 11,9 persen untuk 2026.
Prospek pembagian dividen ditopang siklus kenaikan harga batu bara dan permintaan musiman yang lebih kuat selama musim dingin.
Potensi dividen khusus setelah divestasi tambang Kestrel juga dapat mendorong yield melampaui 12 persen.
UOB Kay Hian mempertahankan rekomendasi beli AADI dengan target harga Rp14.300 per saham.