Pada 21 September 2026, Tri Winarno menyatakan revisi RKAB tiga perusahaan yang terafiliasi dengan BYAN telah disetujui, dengan tambahan kuota produksi hingga 20 juta ton.
“Bayan kan punya banyak sebetulnya. Kemarin yang belum kan tiga (anak perusahaan). Angkanya 15-20 juta ton, total untuk tiga itu,” ujar Tri saat ditemui seusai acara Hari Jadi Pertambangan dan Energi ke-81 di Jakarta, Senin (21/9/2026).
Tri menjelaskan persetujuan diberikan setelah perusahaan memenuhi persyaratan yang ditetapkan pemerintah dalam proses evaluasi RKAB.
Tri menegaskan, penerbitan RKAB tidak berkaitan dengan rencana pengalihan kepemilikan saham BYAN dari Low Tuck Kwong dan Elaine Low kepada PT Jhonlin Baratama.
“Sebetulnya (Bayan) tidak ada isu sensitif, tapi terus kemudian menghubung-hubungkan pembelian saham lah, dan lain sebagainya,” kata Tri.