Kedekatan waktu kedua peristiwa tersebut memang menjadi bagian dari kronologi yang menarik perhatian pasar, tetapi belum dengan sendirinya membuktikan adanya hubungan antara transaksi saham dan keputusan pemerintah mengenai RKAB.
Bagi investor, perkembangan tersebut memperlihatkan bahwa RKAB perlu diperhatikan sebagai salah satu faktor yang dapat memengaruhi visibilitas produksi emiten tambang, terutama ketika perusahaan mengandalkan tambahan kuota untuk meningkatkan volume produksi.
Setelah persetujuan revisi RKAB diperoleh, pada 23 September 2026, BYAN kemudian mencabut status force majeure yang sebelumnya diberlakukan oleh tiga anak usahanya. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.