Perseroan menilai infrastruktur logistik yang telah terintegrasi memungkinkan proses pengangkutan dan pengiriman batu bara dilakukan secara lebih efisien. Ke depan, RMKE menyatakan akan terus menjajaki kerja sama strategis untuk memperluas pasar dan memperkuat lini bisnis perdagangan batu bara.
Vincent menambahkan, integrasi logistik dari hulu hingga hilir juga diharapkan dapat mendukung efisiensi biaya distribusi di sektor energi.
"Dengan integrasi logistik dari hulu hingga ke hilir, RMKE dapat mendukung program pemerintah dalam hal ketahanan energi dengan biaya logistik yang kompetitif. Kami meyakini bahwa biaya logistik yang efisien akan sangat mendukung kebijakan sektor energi pemerintah saat ini, sekaligus meningkatkan daya saing industri nasional," katanya.
Kerja sama dengan Glencore menjadi salah satu upaya RMKE untuk memperluas jaringan pelanggan di tengah upaya perseroan mencapai target penjualan batu bara sebesar 3,8 juta ton sepanjang 2026.
Sekadar informasi, mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, RMKE mengumumkan rencana aksi korporasi berupa pemecahan nilai nominal saham (stock split) dengan rasio 1:5. Langkah strategis ini mencerminkan keyakinan kuat manajemen terhadap fundamental dan prospek jangka panjang Perseroan.