Berdasarkan studi kelayakan internal perusahaan, biaya operasional Electric Reach Stacker diperkirakan sekitar 18 persen dibandingkan model diesel, sementara EV Truck sekitar 39 persen dari kendaraan berbahan bakar fosil. Perseroan memperkirakan potensi penghematan mencapai Rp0,8 miliar per unit per tahun untuk Reach Stacker dan Rp0,38 miliar per unit per tahun untuk EV Truck.
RMKE juga menyebut penggunaan satu unit Electric Reach Stacker berpotensi menurunkan emisi karbon hingga 180 ton per tahun dengan estimasi penghematan mencapai Rp23,1 miliar dalam lima tahun.
Vincent menambahkan penerapan armada EV dan teknologi AI diharapkan dapat mendukung target keselamatan kerja perusahaan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.
“Strategi ini diharapkan dapat mendukung target zero fatality, menekan penggunaan bahan bakar fosil, serta mendorong implementasi logistik batubara yang lebih bersih,” tutupnya.
(Shifa Nurhaliza Putri)