Dari sisi proyeksi kinerja keuangan, Kiwoom Sekuritas menilai pendapatan RMKE pada 2026 mencapai sekitar Rp3,64 triliun, atau tumbuh lebih dari 100 persen secara tahunan. Laba bersih diperkirakan meningkat menjadi sekitar Rp665 miliar, dengan pertumbuhan hampir 190 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut sejalan dengan peningkatan EBITDA yang didorong oleh kontribusi kontrak baru dan penyesuaian tarif jasa logistik.
Analis juga menyoroti faktor eksternal yang berpotensi memengaruhi kinerja RMKE. Rencana pembatasan angkutan batu bara di jalan umum mulai 2026 diperkirakan mendorong peralihan distribusi ke jalur rel dan pelabuhan khusus. Dalam konteks ini, RMKE dinilai berada pada posisi yang relatif diuntungkan karena telah memiliki infrastruktur logistik berbasis rel dan terminal yang terintegrasi.
Secara keseluruhan, dengan struktur permodalan yang dinilai solid, tingkat leverage yang masih moderat, serta visibilitas pendapatan yang tinggi, prospek kinerja RMKE ke depan dinilai tetap positif. Saham RMKE diperkirakan memasuki fase pertumbuhan kinerja yang lebih kuat mulai 2026, seiring dengan peningkatan volume dan optimalisasi kapasitas operasional.
(Shifa Nurhaliza Putri)