sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

RMKE Masuk Pantauan Analis Seiring Proyeksi Kinerja 2026

Market news editor Shifa Nurhaliza Putri
27/01/2026 21:30 WIB
Sejumlah analis sekuritas melakukan penyesuaian terhadap target harga saham PT RMK Energy Tbk (RMKE) seiring meningkatnya visibilitas pendapatan perseroan.
RMKE Masuk Pantauan Analis Seiring Proyeksi Kinerja 2026. (Foto: Ilustrasi)
RMKE Masuk Pantauan Analis Seiring Proyeksi Kinerja 2026. (Foto: Ilustrasi)

IDXChannel – Sejumlah analis sekuritas melakukan penyesuaian terhadap target harga saham PT RMK Energy Tbk (RMKE) seiring meningkatnya visibilitas pendapatan dan proyeksi pertumbuhan kinerja perseroan. RMKE merupakan emiten yang bergerak di bidang jasa logistik batu bara terintegrasi.

Ajaib Sekuritas dalam laporan riset terbarunya menaikkan target harga saham RMKE menjadi Rp12.000 per saham dari sebelumnya Rp7.600. Berdasarkan harga penutupan saham RMKE di kisaran Rp7.875, target tersebut mencerminkan potensi kenaikan sekitar 52 persen.

Dalam laporannya, Ajaib Sekuritas menilai ekspansi kapasitas RMKE dilakukan secara bertahap dan terukur. Kapasitas angkut diproyeksikan meningkat dari sekitar 20 juta ton per tahun (MTPA) saat ini menjadi 28 MTPA pada 2027, serta berada pada kisaran 30–40 MTPA pada 2030, dengan kebutuhan belanja modal yang dinilai relatif terkendali.

Sementara itu, Kiwoom Sekuritas Indonesia juga menetapkan target harga 12 bulan saham RMKE di level Rp13.100 per saham. Target tersebut mencerminkan potensi kenaikan sekitar 50 persen dari harga saham RMKE di level Rp8.650. Kiwoom menilai model bisnis RMKE yang didominasi kontrak jangka panjang memberikan kepastian pendapatan serta mendukung stabilitas arus kas.

Dari sisi proyeksi kinerja keuangan, Kiwoom Sekuritas menilai pendapatan RMKE pada 2026 mencapai sekitar Rp3,64 triliun, atau tumbuh lebih dari 100 persen secara tahunan. Laba bersih diperkirakan meningkat menjadi sekitar Rp665 miliar, dengan pertumbuhan hampir 190 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut sejalan dengan peningkatan EBITDA yang didorong oleh kontribusi kontrak baru dan penyesuaian tarif jasa logistik.

Analis juga menyoroti faktor eksternal yang berpotensi memengaruhi kinerja RMKE. Rencana pembatasan angkutan batu bara di jalan umum mulai 2026 diperkirakan mendorong peralihan distribusi ke jalur rel dan pelabuhan khusus. Dalam konteks ini, RMKE dinilai berada pada posisi yang relatif diuntungkan karena telah memiliki infrastruktur logistik berbasis rel dan terminal yang terintegrasi.

Secara keseluruhan, dengan struktur permodalan yang dinilai solid, tingkat leverage yang masih moderat, serta visibilitas pendapatan yang tinggi, prospek kinerja RMKE ke depan dinilai tetap positif. Saham RMKE diperkirakan memasuki fase pertumbuhan kinerja yang lebih kuat mulai 2026, seiring dengan peningkatan volume dan optimalisasi kapasitas operasional.

(Shifa Nurhaliza Putri)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement