"Kami akan meningkatkan transfer know-how terlebih dahulu sebelum memutuskan menambah porsi kepemilikan, sekaligus memperkuat sinergi antara bisnis hulu melalui PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) dan sektor midstream di bawah RAJA," kata Praba.
Langkah masuk ke PT Layar Nusantara Gas menjadi fondasi awal bagi perseroan dalam memperkuat ekosistem niaga LNG dari hulu ke hilir. Perseroan tidak hanya membatasi perannya pada terminal pencairan gas, tetapi juga telah merancang ekspansi logistik pengangkutan laut.
Rencana integrasi tersebut disiapkan melalui pengadaan armada kapal pengangkut untuk mengoptimalkan distribusi perdagangan gas perseroan. Di sisi lain, entitas anak usaha juga membidik kepemilikan hak partisipasi langsung pada blok migas penyuplai pasokan.
"Akuisisi FLNG ini memperlebar bisnis trading gas kami yang akan dilengkapi rencana akuisisi armada LNG carrier dan very large gas carrier, sementara RATU juga berencana masuk ke dalam blok migas Genting itu sendiri," tutur Praba.
Untuk menuntaskan transaksi akuisisi 5 persen saham di fasilitas FLNG milik Genting tersebut, perseroan merogoh sekitar USD46 juta. Komitmen permodalan tersebut merupakan bagian dari alokasi dana yang disiapkan perseroan untuk merealisasikan tiga agenda investasi prioritas dengan nilai keseluruhan mencapai USD150 juta.