Rombak Direksi, Bakrie Telecom Masih Punya Utang Rp16,13 Triliun
Market News
Fahmi Abidin
Selasa, 25 Juni 2019 18:00 WIB
Berdasarkan laporan keuangan BTEL per 2010, mereka telah terikat utang sebanyak Rp7,16 triliun. Nahas, utang tersebut justru meningkat drastis per 2018.
Rombak Direksi, Bakrie Telecom Masih Punya Utang Rp16,13 Triliun. (Foto: Ist)

IDXChannel - Siapa tak kenal Bakrie Telecom (BTEL)? Emiten yang dikenal melalui layanan telekomunikasi berbasis code-divisi multiple access (CDMA) bermerek Esia ini, kini tengah berada di persimpangan jalan.

Berdasarkan laporan keuangan BTEL per 2010, mereka telah terikat utang sebanyak Rp7,16 triliun. Nahas, utang tersebut justru meningkat drastis per 2018 akhir menjadi Rp 16,13 triliun. Jumah karyawan perusahaan yang tercatat sebanyak 1.901 tahun 2010, dipangkas habis menyisakan 10 orang per 2018 akhir.

Status efek BTEL pun telah delisting dari lantai bursa, karena tidak memberikan pendapat (disclaimer) selama dua tahun berturut-turut terkait Laporan Auditan Keuangan Perusahaan tahun 2017-2018.

Dengan tanggungan tersebut, alih-alih menyatakan pailit, BTEL justru merombak jajaran komisaris dan direksinya melalui rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) per tanggal 20 Juni lalu.

Berdasarkan rapat tersebut, Anindya Novyan Bakrie tidak lagi menjabat Komisaris Utama BTEL dan digantikan Taufan Eko Nugroho Rotorasiko. Begitupun posisi nahkoda yang saat ini dipegang Harya Mitra Hidayat sebagai Direktur Utama.

Hingga berita ini diturunkan, IDXChannel masih mencoba mengonfirmasi rencana strategis perusahaan terkait perombakan direksi BTEL, serta masalah pelunasan utang sebesar Rp 16,13 triliun. (*)

Baca Juga