Meski demikian, Ibrahim menilai surplus perdagangan April menyusut tajam. Kondisi tersebut mencerminkan tekanan terhadap daya beli dan ketahanan eksternal, di tengah terganggunya pasokan global akibat ketidakpastian di Selat Hormuz yang hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda normalisasi.
Berdasarkan kondisi tersebut, Ibrahim memproyeksikan rupiah bergerak fluktuatif di kisaran Rp17.960-Rp18.030 per USD pada perdagangan berikutnya.
(DESI ANGRIANI)