Meski demikian, ujar dia, tekanan penurunan tertahan oleh sentimen konsumen pada Agustus yang mencapai level tertinggi dalam tiga bulan, didorong oleh kondisi keuangan rumah tangga yang lebih kuat dan prospek ekonomi yang lebih cerah.
"Walaupun peningkatan konsumsi belum dibarengi dengan adanya kenaikan pendapatan masyarakat sehingga demi menopang belanja, masyarakat masih terjerat penomena makan tabungan," katanya
Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp17.540-Rp17.590 per USD.
(Dhera Arizona)