IDXChannel - Intensitas dan luasan polusi PM2.5 akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera dan Kalimantan menunjukkan tren penurunan signifikan.
Berdasarkan prediksi BMKG untuk 10-11 September 2026, konsentrasi polutan di Sumatera terpantau lebih rendah dibandingkan Kalimantan.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan, meski terjadi penurunan, sejumlah wilayah di Kalimantan masih memiliki konsentrasi polutan yang cukup pekat.
"Untuk prediksi sebaran polutan hari ini berdasarkan BMKG, ada kita lihat bahwa di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan merupakan polutan yang kita lihat masih titiknya pekat. Artinya ini bisa sangat tebal asap yang ditemukan di sana. Itu per hari ini," kata Berton dalam update penanganan karhutla, Kamis (10/9/2026).
Berton menambahkan, diperkirakan kondisi pada Jumat (11/9/2026), mulai lebih cerah di sejumlah wilayah, terutama di Riau.
"Untuk besok juga kurang lebih hampir sama, tetapi sudah lebih cerah di beberapa titik, terutama di Sumatera bagian Riau," katanya.
Berdasarkan prediksi BMKG, kata Berton, arus angin secara konsisten mendorong emisi polutan bergerak ke arah utara dan barat laut, menyapu wilayah perairan Selat Malaka dan Laut Natuna.
Berton juga mengingatkan masyarakat untuk memantau kualitas udara melalui sistem informasi standar pencemaran udara yang tersedia.