S&P Global Ratings masih memercayai independensi lembaga moneter Indonesia. BI masih bisa mengambil keputusan untuk menaikan tingkat suku bunga acuan (BI-Rate) menjadi 5,75 persen. Lebih lanjut, independensi BI didukung oleh kebijakan otoritas fiskal yang berkelanjutan.
"Alhasil, otoritas moneter bisa mengambil kebijakan yang positif bagi ekonomi Indonesia. Bank Indonesia terus berkomitmen untuk memperkuat bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran dalam memperkuat stabilitas dan turut mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan," ujarnya.
Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp17.980-Rp18.030 per dolar AS.
(Rahmat Fiansyah)