sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke Rp18.009 per USD

Market news editor Anggie Ariesta
27/07/2026 15:31 WIB
Pasar merespons negatif terhadap mundurnya Perry Warjiyo dari jabatannya sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI). 
Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke Rp18.009 per USD. Foto: iNews Media Group.
Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke Rp18.009 per USD. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Nilai tukar rupiah ditutup melemah pada perdagangan Senin (27/7/2026). Mata uang Garuda ditutup melemah 46 poin atau 0,26 persen ke level Rp18.009 per USD. 

Pengamat Pasar Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi menilai pasar merespons negatif terhadap mundurnya Perry Warjiyo dari jabatannya sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI). 

“Pengunduran diri tersebut bersamaan dengan rupiah yang masih berada pada tren pelemahan dan tensi geopolitik yang terus memanas di Timur Tengah,” ujar Ibrahim dalam risetnya.

Selain itu, rasio utang Indonesia yang berada di kisaran 40 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Namun, Ibrahim menilai hal ini perlu dilihat bersama dengan kemampuan pemerintah dalam membayar utang serta kualitas penggunaan utang tersebut. 

Rasio utang pemerintah terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) tidak bisa dilihat secara sederhana hanya berdasarkan angka persentasenya.

“Indikator rasio utang terhadap PDB memang menjadi salah satu ukuran yang lazim digunakan oleh lembaga internasional seperti IMF. Namun, indikator tersebut tidak bisa menjadi satu-satunya ukuran dalam menilai kesehatan fiskal suatu negara. indikator yang lebih penting untuk diperhatikan adalah rasio pembayaran utang beserta bunganya terhadap pendapatan negara. Indikator tersebut, lebih menggambarkan kemampuan riil pemerintah dalam memenuhi kewajiban utangnya,” kata Ibrahim.

Dari eksternal, Washington menghentikan sementara serangannya ke Iran, dan menyatakan akan memberikan lebih banyak waktu untuk upaya diplomatik setelah berminggu-minggu peningkatan serangan antara kedua pihak.

Di sisi lain, pejabat Iran mengatakan Teheran akan menangguhkan serangan balasan selama jeda AS tetap berlaku, meskipun kedua pihak telah memperingatkan bahwa mereka tetap siap untuk melanjutkan aksi militer jika pembicaraan gagal.

Para pedagang masih waspada mengingat gangguan pengiriman minyak masih terjadi, yang artinya kekhawatiran terkait pasokan masih tinggi meski eskalasi geopolitik mereda. 

Jumlah kapal pengangkut komoditas yang melintasi Selat Hormuz setiap hari selama akhir pekan lebih sedikit, sementara lalu lintas melalui Selat Bab el-Mandeb juga melambat setelah serangan Houthi terhadap fasilitas minyak Saudi.

Investor juga mecermati kemungkinan kebijakan The Fed yang cenderung hawkish. Menurut CME FedWatch Tool, pasar melihat peluang sebesar 78 persen kenaikan suku bunga pada September, sementara pada pertemuan 28-29 Juli, The Fed secara luas diperkirakan mempertahankan suku bunga tidak berubah.

(NIA DEVIYANA)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement