sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Rupiah Jadi Kunci, Pasar Menanti Langkah BI usai The Fed Kerek Bunga

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
20/09/2026 10:08 WIB
Arah pergerakan rupiah menjadi perhatian utama menjelang Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada 22-23 September 2026.
Rupiah Jadi Kunci, Pasar Menanti Langkah BI usai The Fed Kerek Bunga. (Foto: Getty Images)
Rupiah Jadi Kunci, Pasar Menanti Langkah BI usai The Fed Kerek Bunga. (Foto: Getty Images)

Penurunan frekuensi lelang SRBI tersebut membuat intervensi valas menjadi instrumen yang lebih dominan untuk menjaga stabilitas rupiah.

Mirae Asset memperkirakan BI masih bertahan dengan strategi tersebut pada RDG pekan depan, terutama karena lonjakan dolar AS setelah keputusan The Fed dinilai lebih banyak dipicu oleh pernyataan Ketua The Fed Warsh dibandingkan perubahan proyeksi suku bunga.

The Fed sendiri menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin secara bulat dengan suara 12-0. Sementara itu, median dot plot untuk 2026 dan 2027 tetap berada di 4,125 persen.

Jika disesuaikan dengan konvensi dot plot yang menggunakan titik tengah kisaran suku bunga, angka tersebut setara dengan kisaran 4,00 persen-4,25 persen. Menurut Mirae Asset, level tersebut masih sejalan dengan proyeksi terminal rate sebesar 4,25 persen.

Namun, pasar masih memproyeksikan suku bunga The Fed yang lebih tinggi. Harga kontrak CME untuk Desember 2027 berada di kisaran 4,50 persen-4,75 persen, di atas proyeksi The Fed sebesar 4,00 persen-4,25 persen.

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement