sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Rupiah Loyo Lawan Dolar AS, Sore Ini Nyaris Tembus Rp17.000 per USD

Market news editor Anggie Ariesta
20/01/2026 16:44 WIB
Nilai tukar rupiah terhadap USD ditutup melemah pada akhir perdagangan Selasa (20/1/2026), dengan mencatatkan penurunan 1,5 poin atau sekitar 0,01 persen.
Rupiah Loyo Lawan Dolar AS, Sore Ini Nyaris Tembus Rp17.000 per USD. (Foto iNews Media Group)
Rupiah Loyo Lawan Dolar AS, Sore Ini Nyaris Tembus Rp17.000 per USD. (Foto iNews Media Group)

Terlepas dari itu, prospek laju pertumbuhan ekonomi Indonesia menurut IMF ini masih jauh lebih cepat dibanding banyak negara dalam daftar 30 negara terpilih. Laju pertumbuhan ekonomi Indonesia di level 5,1 persen pada 2026 dan 2027 itu hanya tertinggal dari Filipina yang prospek pertumbuhannya hingga 5,6 persen pada 2026 dan 5,8 persen pada 2027, serta India yang tumbuh 6,4 persen pada 2026 dan 2027.

Bila dibandingkan proyeksi terbaru Bank Dunia, memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan terjaga di level 5,1 persen pada 2026, sebagaimana laju pertumbuhan sejak 2023-2025. Lalu, baru meningkat ke level 5,2 persen pada 2027.

"Terjaganya laju pertumbuhan ekonomi Indonesia itu menurut Bank Dunia disebabkan efek kucuran stimulus ekonomi yang diberikan pemerintah sejak 2025, ditambah dengan investasi yang akan terus dimotori pemerintah," kata Ibrahim.

Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp16.950-Rp16.980 per USD.

(Dhera Arizona)

Halaman : 1 2 3 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement